




Sako merancang bangunan sebaik mungkin sehingga anti-tsunami. Saat tsunami, gerbang bangunan tertutup sehingga air tak bisa masuk. Listrik disuplai dengan energi terbarukan agar tetap bisa beroperasi. Ada pula cadangan baterai lithium.Sky Village memiliki kluster-kluster. Terdapat kluster untuk sekolah, hunian, dan perikanan. Ada pula tempat yang untuk membantu aktivitas perikanan sehingga mendukung aktivitas warga sebagai nelayan.Sako juga menambahkan untuk mengatasi besarnya biaya pihaknya akan mendaur ulang material bekas yang hancur akibat tsunami 11 Maret 2011 lalu.Well, Indonesia juga membutuhkan konsep semacam ini. Sudah ada yang punya ide?
Namun ada lagi nih yang harus diingat, secanggih apapun rancangan para arsitek, yang namanya bencana, timbulnya korban tak terelakkan. Manusia hanya bisa berusaha meminimalisir, sisanya serahkan pada Yang Kuasa bila anda orang beriman.
Baca juga artikel ini :