Bocah Perokok Berat Asal Sukabumi Itu Akhirnya Sembuh

Jakarta Masih ingat dengan IL (8) yang sangat kecanduan rokok? Bocah asal Sukabumi, Jawa Barat, itu sudah mulai berkurang ketergantungannya terhadap rokok setelah menjalani terapi medis dan psikologi.

"Sudah lebih dari tiga minggu, dan perkembangannya cukup baik. Dia sudah mulai melupakan rokok meski belum 100 persen. Arahnya mulai tak tergantung pada tembakau mulai berhasil," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Minggu (15/4/2012).

Rencananya pada 19 April mendatang, IL akan diserahkan Komnas PA kepada Pemda Sukabumi. Apalagi Pemda Sukabumi juga telah melakukan sterilisasi sehingga tercipta kampung bebas rokok.

"Jadi anak IL mendapat terapi medis dan psikososial untuk melupakan tembakau. Jadi setelah mendapat terapi medis, waktu pulang lingkungannya juga harus steril juga," sambung arist.

Tak hanya bebas dari rokok, berat badan IL juga meningkat sampai 8 kg. Kulit tubuhnya yang semula kusam juga kembali segar. Tak hanya itu perilakunya pun berubah lebih sopan, tidak lagi memukuli orang tuanya.

"Memang pernah mencoba melarikan diri sampai 5 kali, tapi sekarang benar-benar ada perubahan yang signifikan. Dia lebih santun," tambah pria berkacamata ini.

Menurut Arist, awalnya IL melihat orang dewasa merokok sambil minum kopi. IL sering mengobrol dan duduk dengan paman atau tetangganya yang merokok. Sehingga ia melihat dan terpapar asap rokok sejak kecil.

Kemudian, lanjut Arist, IL pun mencoba merokok dan meminum kopi. Awalnya orang tua melarangnya tapi bocah itu tidak bisa dicegah. Akhirnya ia terus mengkonsumsi rokok. Hingga akhirnya kedua orang tuanya melarang keras dan memakai cara keras untuk membuat bocah itu berhenti tapi sudah tidak bisa lagi.

IL sebenarnya sudah sempat bersekolah selama 5 bulan. Namun orang tuanya tidak sanggup membiayai IL karena setiap hari dia harus diberi bekal rokok dan diberi uang jajan Rp 10 ribu untuk beli rokok.

Selain karena lingkungan, IL merokok juga karena iklan di televisi. IL mengaku mengetahui berbagai macam rokok karena iklan. Meski tidak bisa membaca, IL tahu dan memahami iklan rokok di televisi. Setelah melihat tayangan di televisi, ia lantas membeli rokok di warung.

(vit/lh) Baca Juga Logika Anak & Orang Dewasa Sering Disamakan di Buku Pelajaran SDDuh! Istri Simpanan, Perebutan Wanita & Sadisme di Buku Anak SDKisah 'Bang Maman' Merujuk Standar Kompetensi KemdikbudKisah Bang Maman
Disdik DKI akan Evaluasi Semua Buku Ajar SD-SMA di JakartaMayat Diduga Anak Punk Tergeletak di Tol Jakarta-Merak
.sharemenu ul, .sharemenu ul li